|
Unit PMK Swasta Gratis Pertama di Indonesia |
|
|
|
|
Written by gunawan
|
|
Tuesday, 15 November 2011 05:41 |
|

Sidoarjo _ Tidak seperti tahun-tahun yang lalu Sidoarjo yang terkenal karena “Kolam Lumpur Lapindo”nya itu mencetak sejarah. Bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November tahun ini, melalui SOS Community mengadakan kegiatan pengadaan Unit PMK Swasta Gratis untuk lingkungan kelurahan.
Sebagai langkah perdana, SOS Community bekerja sama dengan PT. Sanindo Perkasa Abadi untuk pemadam unit PMK swasta. Unit PMK ini berupa kendaraan motor bergandan yang biasa masyarakat menyebutnya Tossa. Motor dengan bok untuk mengangkut barang.
Unit PMK Swasta ini untuk kali pertama di serahkan kepada Kelurahan Gedangan – Sidoarjo, dengan pertimbangan kelurahan tersebut memiliki pemukiman penduduk yang padat dan dikepung oleh daerah industri.
|
|
Last Updated on Tuesday, 15 November 2011 06:29 |
|
Read more...
|
|
|
Written by winardinyoto
|
|
Monday, 14 November 2011 07:34 |
|
Bagi sebagian orang yang baru pertama kali mengenal dunia kerja tentu harus mengalami beberapa proses. Ada yang mendapat pekerjaan dengan melamar, meneruskan usaha orang tua/keluarga, berwirausaha, ataupun terpilih. Semuanya itu melalui proses-proses. Bagi kebanyakan orang adalah melamar pekerjaan ke perusahaan baik swasta maupun pemerintah. Yang sangat perlu dipersiapkan selain dari segi edukasi dan ketrampilan (sesuai dengan pekerjaan yang dilamar) juga kesiapan mental. Karena sebaik apapun berkas lamaran yang telah dipersiapkan apabila tidak didukung oleh kemampuan mengemas performansi Anda secara keseluruhan maka pasti hasilnya tidak memuaskan. Proses ini sering menjadi babak penentu keberhasilan atau kegagalan seseorang untuk melangkah ke proses selanjutnya.
|
|
Last Updated on Monday, 14 November 2011 07:36 |
|
Read more...
|
|
SOS Community Menghidupkan Budaya ‘Paes’ Jawa Klasik |
|
|
|
|
Written by winardinyoto
|
|
Wednesday, 12 October 2011 07:44 |
|

Sidoarjo _ Budaya klasik Jawa memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri. Selain seni keindahan yang luar biasa, budaya klasik yang masih sangat menjaga pakem-pakem (aturan-aturan) juga mengandung unsur spiritual, mitos dan magis.
Salah satu adat budaya Jawa klasik adalah menjadi perias pengantin atau yang dulu lebih dikenal dengan sebutan dukun manten. Menjadi perias pengantin tidak sembarang orang bisa melakukan, selain harus mempelajari teknik-teknik khusus merias juga melakukan ritual-ritual seperti puasa, ‘melekan’ (tidak tidur) dan sebagainya. Maka tak ayal jika perias pengantin ini mematok tarif yang lebih tinggi dari perias pengantin yang tanpa menggunakan ritual.
Karena perkembangan zaman, sedikit demi sedikit budaya ini mulai tergerus. Budaya praktis yang tidak ingin repot dengan ritual-ritual panjang mulai mendominasi sebagian besar masyarakat kita terutama yang hidup di perkotaan. Selain itu alasan tarif mahal menjadi salah satu sebab riasan klasik Jawa tidak banyak digunakan lagi.
Semakin langkanya budaya paes (rias) Jawa klasik digunakan masyarakat, mendorong perias kondang dari Surabaya, Sri Wahyuni Murmaniati, SS.,MPd. Ahli kecantikan dan tata rias pengantin tradisional Indonesia, melalui SOS Community memperkenalkan tata rias pengantin tradisional Jawa.
Perkenalan ini merupakan langkah awal yang dirancang SOS Community untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Selanjutnya akan dibuat kelas-kelas kursus dengan tujuan dapat membuka lapangan kerja. Menurut Nuniek demikian beliau lebih dikenal, usaha rias pengantin ini merupakan salah satu usaha yang menjanjikan.
|
|
Last Updated on Wednesday, 12 October 2011 08:42 |
|
Read more...
|
|
|
SOS COMMUNITY Diundang Menjadi Pembicara |
|
|
|
|
Written by winardinyoto
|
|
Thursday, 03 November 2011 06:34 |
|
Sidoarjo _ SMAK Senopati Sidoarjo yang terletak di jalan Senopati 2 desa Betro Sidoarjo, mengundang SOS Community untuk menjadi pembicara di sekolah kejuruan tersebut, membawakan tema “Pengenalan Dunia Kerja”.
Seminar tersebut dilaksanakan dua hari yaitu 19 dan 26 Oktober, masing-masing seminar diikuti oleh siswa-siswi dari jurusan mesin otomotif dihadiri 161 siswa, dan Teknik komputer dan Jaringan dihadiri 150 siswa.
Seminar ini mendapatkan sambutan yang baik dari para siswa dan guru. Kedepannya seminar serupa dengan tema berbeda diharapkan dapat diselenggarakan kembali. (yuan) |
|
Last Updated on Thursday, 03 November 2011 07:04 |
|
Rally Seminar SOS Community |
|
|
|
|
Written by winardinyoto
|
|
Monday, 19 September 2011 04:27 |
|
Rally Seminar SOS Community
SIDOARJO_ Sebuah Lembaga pengembangan yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia yang diberi nama SOS Community, adalah komunitas independen yang didirikan sejak juli 2009 bertujuan memfasilitasi dari berbagai kalangan dalam menyampaikan pesan dan memberikan pelatihan mulai dari edukasi, edutainment sampai dengan enterpreneurship yang siap menjadi tenaga professional dan siap bersaing dalam dunia kerja. “Secara tidak langsung SOS Community ikut berperan menumbuhkembangkan jiwa enterpreneurship secara mental dan sikap dengan membekali pengetahuan, penyertaan modal, dan bimbingan secara intensif secara berkala.” Papar Alexander Wahyudi, General Business Developmen Manager SOS Community.
Adapun Aktualisasi program yang di jalankan SOS Community meliputi penggalangan dana untuk misi kemanusiaan, menyelenggarakan seminar/workshop edukatif secara gratis bagi kalangan yang tidak mampu, memfasilitasi perusahaan-perusahaan dalam kegiatan CSR untuk bersosialisasi langsung pada masyarakat.
Alex juga melanjutkan, “Salah satu kegiatan yang kami adakan saat ini diawali dari beberapa siswa-siswi dari sekolah yang kita undang untuk mengikuti pembekalan edukatif mengenai pengembangan kepribadian diri dan kemampuan melatih skill untuk melanjutkan ke jenjang dunia kerja.” Seminar ini direncanakan akan diadakan setiap hari, dan dibagi menjadi dua sesi mulai pukul 09.00 – 11.00 WIB dan sesi kedua 14.00 – 16.00 WIB dengan topik dan narasumber yang selalu berbeda untuk menambah wawasan bagi peserta yang hadir.
Untuk awal permualaan program tersebut, respon dari masyarakat pun baik dengan diwakili dari SMK Senopati, PGRI 2 dan SMU Dharma Wanita di Sidoarjo yang mengirimkan delegasi siswa dengan jumlah total 66 peserta, diwakili Dyah Asmarani, SPd.MPd mengatakan “Kegiatan seperti ini sangat memberikan dampak positif bagi para siswa-siswi kami dengan harapan siswa mampu menerima dan melatih rasa percaya diri dan kreatif dalam berkarya, berprestasi serta aktif dalam setiap kegiatan yang berorientasi pendidikan.” tutur Dyah yang juga pembina OSIS PGRI 2 Sidoarjo.
Dengan demikian Pihak SOSComunnity sendiri berharap program ini dapat berkelanjutan dan diterima bagi semua kalangan, dan tidak hanya bagi kalangan pelajar melainkan dari masyarakat umum maupun dari intansi perusahaan, Alex juga menambahkan bahwa setiap perubahan akan terjadi dari awal kita perbuat, begitu juga SOSCommunity akan selalu berinovasi dan memberikan hal-hal yang berkaitan langsung dengan motivasi dan pengembangan diri seseorang maupun karakter building sebuah perusahaan.” tutupnya. (mei/ji/soscom) |
|
Last Updated on Monday, 19 September 2011 04:39 |
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
|
Page 1 of 2 |